Buku ini ditulis dari kegelisahan atas keterpisahan antara bahasa dan makna dalam pembelajaran Bahasa Arab. Ia tidak dimaksudkan sebagai kitab nahwu, dan tidak pula sebagai panduan tasawuf praktis. Ia dihadirkan sebagai ruang pembacaan—tempat nahwu dipahami kembali sebagai jalan menuju pemahaman, dan tasawuf diposisikan sebagai horizon yang memberi arah.
Pertanyaan yang menggerakkan buku ini mengalir secara alami: bagaimana nahwu dapat kembali berfungsi sebagai ilmu yang bermakna; bagaimana bahasa dapat dibaca tanpa kehilangan ruhnya; dan sejauh mana pemikiran Ibn Ajiba membuka kemungkinan integrasi tersebut dalam konteks pendidikan hari ini.
Rp. 65.000,-